Yogyakarta. Sebanyak 25 siswa serta 2 Guru SD Juara mengadakan kunjungan ke salah satu panti asuhan anak dan balita di Dusun Jaranan RT 5, Pangungharjo, Bantul Yogyakarta(15/3/19). Agenda ini diadakan dalam rangka melatih rasa kepedulian siswa dan menambah rasa syukur atas kondisi mereka masing-masing. Kegiatan ini diawali dengan ramah tamah bersama pengurus panti dan juga pengasuh dipanti tersebut. Mbah Pri sesepuh panti yang berusia 80 tahun memberikan prakata dan juga bercerita dari awal berdirinya panti.
Sekitar tahun 2013 mbah pri dan suami mendirikan panti asuhaan tersebut. Dan beliau terjun langsung menangani dan mengurus panti asuhan bersama pengurus dan pengasuh lainnya. Saat ini panti asuhan memiliki beberapa anak yang diasuh. 2 anak sudah berada dipondok pesantren di sragen,namun biaya masih ditanggung oleh panti. 2 anak lagi saat ini masih duduk di sekolah dasar. Dan masih ada 4 bayi yang mungil dengan berbagai latar belakang alasan kenapa sampai dipanti. satu diantaranya karena ditinggalkan ibunya dan ditaruh didepan counter hp. Dan tiga lainnya adalah titipan dinas sosial dengan berbagai latar belakang. Panti asuhan juga memiliki aturan tersendiri terkait pengadopsian anak. Salah satunya adalah orang tua hanya boleh mengadopsi anak yang seagama dengan orang tua yang akan mengadopsi. Acara pun dilanjutkan dengan tanya jawab dengan mbah pri. Setelah tanya jawab acara dilanjutkan dengan serah terima kenang-kenangan yang diberikan sekolah kepada panti. Kenang-kenangan/bantuan ini merupakan barang-barang keperluan anak-anak dan balita, antara lain: susu,biskuit, buku bacaan, krayon, dll. Barang-barang tersebut dibeli dari uang hasil bazar makanan dan dari sisa uang jajan siswa kelas enam.
Setelah acara ramah tamah ditutup, siswa langsung bercengkraman dengan bayi-bayi yang ada disana. Mereka terlihat sangat bahagia dan senang. “senang bu karena bayi-bayinya lucu, tapi aku juga sedih, karena mereka ngak dipedulikan sama orang tua mereka, kayak nisa yang dibuang sama orang tuanya ditaruh di kardus dan ditinggal di conter HP”. Tutur mbak zolafa salah satu siswa yang mengikuti kunjungan ke panti gotong royong. Diakhir kunjungan siswa, mbah pri menyampaikan pesan kepada siswa bahwa mereka harus banyak bersyukur dengan kondisi mereka yang jauh lebih beruntung ketimbang anak-anak dipanti, dan tetap berbakti kepada orang tua agar hidup lebih sukses.
Kontributor : catur palupi
#IJF #Maret #Yogyakarta #SDJuaraJogja