Yogyakarta. Siswa Kelas 6 SD Juara Yogyakarta belajar membuat model pernafasan manusia dengan menggunakan botol plastik (23/1/20). Pembelajaraan bertujuan untuk memahami proses pernafasan pada manusia dengan menggunakan alat peraga yang dibuat sendiri sehingga siswa betul – betul memahaminya. Selain itu, melalui praktikum ini ditargetkan pemahaman konsep tentang materi pernafasan pada manusia akan terus terekam dalam memory jangka panjang mereka.

Kegiatan pembelajaran dimulai dengan pembentukan kelompok dan pembagian alat berupa botol bekas, selang/sedotan, balon dan karet gelang. Selanjutnya setiap kelompok mendapatkan lembar kerja urutan pembuatan alat peraga pernafasan.
Cara membuat alat peraga tersebut adalah yang pertama memotong bagian bawah dari botol air mineral yang sudah disediakan, lalu sambung dengan balon. Kemudian dua buah balon yang sudah diikatkan pada sedotan dimasukkan dalam botol. Pada bagian tutup botol ditutup menggunakan tutupnya. Apabila balon bagian bawah ditarik dan dilepaskan balon pada bagian dalam botol akan mengembang dan mengempis.

Dalam alat peraga tersebut diumpamakan sebagai alat pernapasan manusia yang terdiri atas tubuh (botol air mineral), tenggorokan (selang), bronkus (percabangan pada selang), dan paru-paru kanan dan kiri (kedua balon). Adapun mekanismenya yakni apabila balon bagian bawah ditarik maka balon akan mengempis dan mengembang. Ini seperti prinsip ketika menghirup udara, udara yang masuk ke paru-paru menyebabkan paru-paru mengembang karena terisi udara. Begitu juga ketika kita tidak meniupkan udara atau relaksasi, paru-paru akan mengempis karena udara keluar.
Penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaraan yaitu kerjasama, ketelitian dan hasil produk. Alhamdulillah siswa siswa sangat tertarik dan fokus pada pembelajaran ini.
Kontributor: Siti Khotimatul Mahmudah
#IJF #SDJuarajogja #Januari #Yogyakarta