Yogyakarta. Siang ini siswa kelas 4 duduk melingkar bersama Bu Ranti. Ada yang berbeda, kali ini masing-masing siswa memegang tomat yang sudah busuk(16/1/20). Tomat tersebut harus dibawa selama 9 hari dan di simpan di tas sekolah mereka. Pada awalnya siswa tidak tahu Kenapa selama 9 hari mereka diminta membawa tomat segar dengan jumlah semampu mereka. setiap pagi mereka hanya melihat tomat apakah sudah berubah atau belum. Banyak anak yang protes kenapa harus membawa setiap hari. Bu Ranti hanya menyampaikan sabar tunggu sampai Bu Ranti bilang selesai tugasnya.

Setelah 9 hari, Bu Ranti membuka sebungkus tomat yang busuk milik salah satu siswa. Kemudian anak-anak diminta mencium tomat busuk itu. Ada yang mual-mual, ada yang menahan muntah dan bilang “njijiki Bu”. Kemudian Bu Ranti menatap wajah siswa satu persatu. “Apakah nyaman membawa tomat setiap hari sampai membusuk dan bau?”tanya Bu Ranti. “Tidakkkkkkkk”, seru anak-anak. “Nah memang ini yang ingin bu guru sampaikan, kalian merasakan tidak nyaman membawa tomat sampai menbusuk di dalam tas kalian”, sahut bu Ranti. “Kenapa bu?” tanya Zaki. “Jadi begini Nak, Hati kita awalnya bersih, tapi ketika kita misuh, mengumpat, marah-marah, menceritakan kejelekan teman kita itu ibarat kita sedang menyimpan barang busuk. Dan barang itu sebaiknya disimpan atau dibuang?”tanya bu Ranti. “Dibuang”, seru anak laki-laki.
“Lalu bagaimana jika kita disakiti orang lain dan menyimpan dendam tidak mau memaafkan? Itu juga sama dengan kita menyimpan dan membiarkan hati kita sakit lalu membusuk. Sifat seperti itu harus dibuang ya”tutur Bu Ranti. Siapa yang masih mau misuh?. Ata menjawab, “besok kalau misuh diminta membawa tomat lagi sebulan Bu”. ‘’Oke sepakat untuk membuang sifat-sifat yang jelek ya, tidak misuh atau mengejek teman. Ingat kisah kita di Reading time tentang Bani Israil yang banyak bertanya, begitu juga ketika kita diminta guru atau orang tua dan itu kebaikan tidak perlu banyak berkomentar dulu, sabar dan kita Jalani saja, pasti ada kebaikan disana”.

Pembelajaran kali ini untuk merefleksi tentang adab dan akhlak bahwa lisan yang sering membully atau mengolok-olok teman,dendam, ngibhah termasuk penyakit hati. Semoga ke depan anak kelas 4 lebih kompak dan sholih.
Kontributor : Suranti
#IJF #SDJuarajogja #Januari #Yogyakarta